contact

1. Ilham Gilang R

2. Iwan Setyawan

3. M. Fuad Hermawan

4. Pungki Ismah D.

LAPORAN
PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
PROGRAM PENDIDIKAN SISTEM GANDA (PSG)
PT TATAR UTAMA SANTOSA BLITAR
SISTEM PENGAPIAN ELEKTRIK
Tahun Pelajaran 2014/2015

Oleh
Nama Siswa : PUNGKI ISMAH DIANTO
NISN. : 4512/675.020
Kelas : XI TKR3

PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MEENGAH KEJURUAN NEGERI 1 TRENGGALEK
Jl. Brigjen Sutran No. 3 Telp. (0355) 793177, 794993 Fax. 793178
TRENGGALEK 66315
Tahun 2014

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) di PT Tatar UtamaSantosa Blitar
Telah di periksadan di setujui pada tanggal 21 juni 2014

Penulis

PUNGKI ISMAH DIANTO
NISN. 4621-656-020

Mengetahui/Menyetujui

PembimbingSekolah Pimpinan DU/DI

A.WARDOYO WAHID HUDA
NIP :19690615 199702 1 005
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat, nikmat dan karunia-Nya sehingga laporan Praktek Kerja Industri ini dapat terselesaikan.
Laporan Praktek Kerja Industri ini merupakan rangkaian kegiatan praktek kerja yang merupakan kegiatan wajib bagi siswa SMK Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif dalam menyelesaikan program pendidikan.
Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri, penulis memperoleh bimbingan dan arahan dari berbagai pihak sehingga Praktek Kerja Industri ini dapat terlaksana. Oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Ibu Suharyati S,Pd selaku kepala sekolah yang saya hormati.
2. Bapak Fajar Harwendra S,Pd yang telah memberi arahan agar kegiatan Praktik kerja industri ini bisa berjalan dengan baik.
3. Bapak Munib Ashari S,Pd selaku Ketua Jurusan Teknik Otomotif yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan praktek industri.
4. Bapak Agustinus Wardoyo Selaku guru pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam melaksanakan praktek industri dan menyelesaikan laporan ini.
5. Bapak Wahid Huda selaku instruktur bengkel yang dengan sabar mengarahkan Penulis.
6. Pihak PT. TATARUTAMA SANTOSA BLITAR-Jawa Timur yang telah menerima Penulis dengan senang hati.
7. Bapak dan Ibu guru yang telah mendidik penulis sebagai bekal dalam melaksanakan praktek industri.
8. Kedua orang tua yang senantiasa mendo’akan dan memberi dukungan kepada putranya.
9. Pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung membantu dan mendukung dalam pelaksanaan praktek industri ini.
Akhirnya Penulis berharap semoga laporan Praktek Industri ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.
Trenggalek, Juni 2014

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman sampul
Halaman pengesahan
Kata Pengantar i
Daftar isi ii

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang 1
2. Tujuan 2

BAB II PEMBAHASAN
1. Prinsip kerja efi 3
2. Proses kerja efi 6
3. Analisis permasalahan 15

BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan 18
2. Saran 18

DAFTAR PUSTAKA 19
Lampiran

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih khususnya dibidang otomotif, maka diharapkan adanya sumber daya manusia yang mampu menjalankan dan mengembangkan hal – hal yang bermanfaat bagi manusia dibidang otomotif. Di lingkungan sekolah siswa belum mengetahui perkembangan teknologi yang sangat cepat yang terjadi di masyarakat, perkembangan teknologi dilapangan khususnya dalam bidang otomotif menunjukkan bahwa teknologi yang digunakan sudah lebih maju dibanding dengan di dunia pendidikan. Selain itu pendidikan yang sudah diberikan disekolah, rasanya kurang lengkap jika tidak terjun ke dunia industri otomotif.
Kebutuhan siswa dalam melaksanakan Praktik Kerja Industri dirasa sangat penting, mengingat dalam kegiatan Praktik Kerja Industri siswa dapat mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh di bangku sekolah dan mengetahui permasalahan bidang otomotif yang sebenarnya terjadi dilapangan, sehingga siswa memperoleh keterampilan yang mendukung pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya.
Dalam rangka meningkatkan profesionalisme sebagai calon teknisi, maka jurusan Teknik Kendaraan Ringan Sekolah Menengah Kejuruaan 1 Trenggalek mewajibkan siswanya untuk melakukan Praktik Kerja Industri di sebuah industri, dengan adanya Praktik Kerja Industri diharapkan agar siswa lebih mantap dalam menentukan langkah untuk menghadapi persaingan dunia industri dan dunia pendidikan yang akan datang. Diharapkan juga sebagai sumber tenaga kerja dengan perusahaan atau instansi lain sebagai pasar tenaga kerja.
Hal inilah yang mendasari penulis untuk melaksanakan Praktik Kerja Industri. Dengan melaksanakan Praktik Kerja Industri berarti menyelaraskan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki siswa sesuai perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berkembang saat ini.
Tempat Praktik Kerja Industri disesuaikan dengan jurusan yang ditempuh oleh siswa. Berdasarkan pertimbangan tersebut, di mana program studi yang ditempuh oleh penulis adalah Teknik Kendaraan Ringan, maka penulis memilih Bengkel Suzuki PT. TATARUTAMA SANTOSA Blitar sebagai tempat pelaksanaan Praktik Kerja Industri. Karena bengkel ini dirasa mampu memberikan pengalaman dalam bidang teknologi otomotif yang lebih maju dan sangat memperhatikan SOP (Standar Oprasional Prosedur) dan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dalam melaksanakan kerja bengkel.
2. Tujuan Praktik Industri
Praktik Kerja Industri ini mempunyai tujuan untuk memberikan pengalaman dan ketrampilan kerja pada siswa secara langsung di lapangan industri. Dengan Praktik Kerja Industri ini diharapkan siswa dapat menjadi tenaga yang berpengalaman dan terampil untuk diterapkan dan dikembangkan di dunia kependidikan ataupun nonkependidikan yang profesional, cakap, terampil, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan selama pelaksanaan Praktik Kerja Industri.

Sistem pengapian EFI

Sistem Electronic Fuel Injection (EFI) merupakan perkembangan dari sistem sebelumnya yaitu karburator. Dalam dunia otomotif, sistem EFI merupakan suatu sistem terbaru dalam pengaturan perbandingan bahan bakar dan udara secara optimal. Komponen-komponen yang terdapat pada sistem EFI umumnya merupakan komponen elektronik. Komponen EFI terdiri dari beberapa macam sensor yang melakukan pengukuran dalam hal antara lain : jumlah udara yang dihisap, beban mesin, temperatur air pendingin, temperatur udara masuk, saat akselerasi maupun deselerasi, dan lain-lain, kamudian mengirim sinyal tersebut ke Electronic Computer Unit (ECU) dan ECU menjamin perbandingan bahan bakar dan udara (air-fuel ratio) ke silinder-silinder dengan menentukan volume penginjeksian bahan bakar yang bekerja secara kelistrikan sesuai dengan kondisi dan beban dari mesin.
Tujuan EFI (Electronic Fuel Injection) dibuat adalah untuk menutupi kelemahan system bahan bakar konvensional dengan menggunakan karburator. Dimana pada karburator terjadi ketidak konsistenan AFR (Air Fuel Ratio/Perbandingan Bahan bakar dengan Udara) yg dihasilkan. Angka AFR yg ideal adalah 14,7 (stoichiometri) pada setiap tingkatan putaran mesin (RPM). Pada karburator biasanya terjadi saat rpm rendah AFR cenderung kaya (rich) sedangkan pada rpm tinggi malah terjadi campuran miskin (lean) atau bisa juga terjadi hal hal sebaliknya.
Kelemahan lain pada karburator adalah proses jalannya hasil pengkabutan bahan bakar + udara dari karburator menuju ruang bakar mengalami kesulitan, krn harus melalui lekukan dan sudut sudut yg tajam pada saluran masuk(intake manifold), dan hasil pengkabutan bahan bakar tsb adalah tidak merata pada setiap silindernya bagi mesin yg menganut multi silinder, tetapi bagi yg menganut single silinder tentu hal tsb tidak menjadi masalah. Karena keterbatasan peran karburator tersebut maka system bahan bakar pada sebuah mesin dengan menggunakan bantuan perangkat elektronik agar hasilnya lebih efisien terutama adalah menutupi kelemahan-kelemahan pada karburator.
Secara umum, konstruksi sistem EFI dapat dibagi menjadi tiga bagian/sistem utama, yaitu;
A. sistem bahan bakar (fuel system),
B. sistem kontrol elektronik (electronic control system), dan
C. systeminduksi/pemasukanudara(airinductionsystem).

Ketiga sistem utama ini akan dibahas satu persatu di bawah ini. Jumlah komponen-komponen yang terdapat pada sistem EFI bisa berbeda pada setiap jenis sepeda mesin. Semakin lengkap komponen sistem EFI yang digunakan, tentu kerja sistem EFI akan lebih baik sehingga bisa menghasilkan unjuk kerja mesin yang lebih optimal pula. Dengan semakin lengkapnya komponen-komponen sistem EFI (misalnya sensor-sensor), maka pengaturan koreksi yang diperlukan untuk mengatur perbandingan bahan bakar dan udara yang sesuai dengankondisikerjamesinakansemakinsempurna.

a.Fuel Delivery System

 Sistem aliran bahan bakar pada sistem EFI terdiri dari fuel tank, fuel pump, fuel filter, fuel delivery pipe, injector, pulsation dumper, fuel pressure regulator dan fuel return pipe.
 Bensin dari tangki bensin ditekan oleh sebuah pompa bensin elektrik yang dikontrol kerjanya oleh ECM dan mengalir melewati fuel filter, menuju ke fuel delivery pipe dan dialirkan ke masing-masing injecktor. Sebuah injektor atau lebih bekerja menyemprotkan bensin yang dikontrol oleh ECM.
 Tekanan pada pipa pembagi akan dijaga supaya tetap oleh adanya fuel pressure regulator. Oleh sebab itulah banyaknya bensin yang disemprotkan tergantung dari lamanya injektor terbuka. Semakin banyak udara yang mengalir, semakin lama pula injector terbuka. Sebaliknya jika semakin sedikit udara yang masuk, semakin sedikit pula waktu injektor terbuka.
 Getaran-getaran tekanan bahan bakar akibat bekerjanya injektor pada beberapa tipe kendaraan tertentu juga akan diminimalkan oleh sebuah pulsation dumper.

b. Electronic Control System

 Sistem kontrol elektronik pada sistem EFI terdiri atas sensor-sensor, sebuah Engine Control Unit (ECU) atau Engine Control Modul (ECM), aktuator-aktuator, penyuplai tegangan (baterai), wire harness dan konektor-konektor untuk menghubungkan wire harness dengan semua komponen kontrol elektronik.
 ECU/ECM akan menghitung secara akurat berapa banyak bahan bakar yang dibutuhkan mesin yang akan diberikan oleh injektor dengan memonitor sensor-sensor yang terdapat pada mesin.
 ECU/ECM akan mengontrol kerja injektor berdasarkan lebar/lama pulsa penginjeksian atau durasi penginjeksian untuk memberikan campuran yang sesuai dengan kondisi kerja mesin.
 Pada sistem kontrol elektronik ini, sebuah ECU/ECM yang berfungsi sebagai pusat pengontrolan system, mendapat input dari 2 sensor utama yaitu, sensor jumlah udara masuk dan sensor putaran mesin yang akan digunakan untuk menentukan basic injection volume. Selain 2 sensor tersebut ada sensor – sensor lain yang berfungsi sebagai input ECM untuk mengoreksi jumlah bensin yang disemprotkan injector.
 Pada beberapa kendaraan yang mutakhir, selain berfungsi untuk mengontrol penginjeksian bahan bakar, ECU/ECM juga berfungsi untuk mengontrol sistem pengapian, emisi bahan bakar dan sistem keamanan kendaraan.

c. Air Induction System

 Secara umum air induction system terdiri dari filter udara, air flow meter, throttle body, air intake chamber dan intake manifold (intake runner). Pada beberapa tipe tertentu juga dilengkapi dengan air valve yang mungkin letaknya menyatu dengan throttle body.
 Ketika throttle valve terbuka, udara akan terhisap masuk melewati saringan udara, melewati air flow meter (untuk tipe L EFI), melewati throttle valve, kemudian mengalir melewati air intake chamber menuju ke dalam silinder.

 Umumnya pada sistem EFI menggunakan dua metode pengukuran jumlah udara masuk sebagaimana telah dijelaskan; yaitu dengan mengukur kecepatan aliran udara (tipe L dengan menggunakan air flow meter) dan dengan mengukur tekanan udara di dalam intake manifold (tipe D dengan menggunakan air pressure sensor).
 Udara disalurkan ke dalam silinder berdasarkan kondisi keinginan pengemudi. Ketika throttle valve semakin terbuka lebar, maka udara yang menuju ke dalam silinderpun juga akan semakin banyak.

Macam macam sistem dalam EFI :

a. Sistem Bahan Bakar
Komponen-komponen yang digunakan untuk menyalurkan bahan bakar ke mesin terdiri dari tangki bahan bakar (fuel pump), pompa bahan bakar (fuel pump), saringan bahan bakar (fuel filter), pipa/slang penyalur (pembagi), pengatur tekanan bahan bakar (fuel pressure regulator), dan injektor/penyemprot bahan bakar. Sistem bahan bakar ini berfungsi untuk menyimpan, membersihkan, menyalurkan dan menyemprotkan /menginjeksikan bahan bakar.

Adapun fungsi masing-masing komponen pada sistem bahan bakar tersebut adalah sebagai berikut:
A. Fuel suction filter; menyaring kotoran agar tidak terisap pompa bahan bakar.

B. Fuel pump module; memompa dan mengalirkan bahan bakar dari tangki bahan bakar ke injektor. Penyaluran bahan bakarnya harus lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan mesin supaya tekanan dalam sistem bahan bakar bisa dipertahankan setiap waktu walaupun kondisi mesin berubah¬ubah.

C. Fuel pressure regulator; mengatur tekanan bahan bakar di dalam sistem aliran bahan bakar agar tetap/konstan. Contohnya pada tekanan dipertahankan pada 294 kPa (3,0 kgf/cm2, 43 psi). Bila bahan bakar yang dipompa menuju injektor terlalu besar (tekanan bahan bakar melebihi 294 kPa (3,0 kgf/cm2, 43 psi)) pressure regulator mengembalikan bahan bakar ke dalam tangki.

D. Fuel feed hose; slang untuk mengalirkan bahan bakar dari tangki menuju injektor. Slang dirancang harus tahan tekanan bahan bakar akibat dipompa dengan tekanan minimal sebesar tekanan yang dihasilkan oleh pompa.

E. Fuel Injector; menyemprotkan bahan bakar ke saluran masuk (intake manifold) sebelum, biasanya sebelum katup masuk, namun ada juga yang ke throttle body. Volume penyemprotan disesuaikan oleh waktu pembukaan nozel/injektor. Lama dan banyaknya penyemprotan diatur oleh ECM (Electronic/Engine Control Module) atau ECU (Electronic Control Unit). Terjadinya penyemprotan pada injektor adalah pada saat ECU memberikan tegangan listrik ke solenoid coil injektor. Dengan pemberian tegangan ke solenoid maka solenoid akan membuka/ menarik pluyer sehingga mengangkat nedheel valve sehingaa membuka saluran bahan bakar yang bertekanan yang mengakibatkan bahan bakar memancarkan keluar dari injektor.

b. Sistem Kontrol Elektronik

Komponen sistem kontrol elektronik terdiri dari beberapa sensor (pengindera), seperti MAP (Manifold Absolute Pressure) sensor, TP (Throttle Position) sensor, IAT (Intake Air Temperature) sensor, bank angle sensor, EOT (Engine Oil Temperature) sensor, dan sensor-sensor lainnya. Pada sistem ini juga terdapat ECU (Electronic Control Unit) atau ECM dan komponen¬komponen tambahan seperti alternator (magnet) dan regulator/rectifier yang mensuplai dan mengatur tegangan listrik ke ECU, baterai dan komponen lain. Pada sistem ini juga terdapat DLC (Data Link Connector) yaitu semacam soket dihubungkan dengan engine analyzer untuk mecari sumber kerusakan komponen
Secara garis besar fungsi dari masing-masing komponen sistem kontrol elektronik antara lain sebagai berikut;

1) ECU/ECM; menerima dan menghitung seluruh informasi/data yang diterima dari masing-masing sinyal sensor yang ada dalam mesin. Informasi yang diperoleh dari sensor antara lain berupa informasi tentang suhu udara, suhu oli mesin, suhu air pendingin, tekanan atau jumlah udara masuk, posisi katup throttle/katup gas, putaran mesin, posisi poros engkol, dan informasi yang lainnya. Pada umumnya sensor bekerja pada tegangan antara 0 volt sampai 5 volt. Selanjutnya ECU/ECM menggunakan informasi-informasi yang telah diolah tadi untuk menghitung dan menentukan saat (timing) dan lamanya injektor bekerja/menyemprotkan bahan bakar dengan mengirimkan tegangan listrik ke solenoid injektor. Pada beberapa mesin yang sudah lebih sempurna, disamping mengontrol injektor, ECU/ECM juga bisa mengontrol sistem pengapian.

2) MAP (Manifold absolute pressure) sensor; memberikan sinyal ke ECU berupa informasi (deteksi) tekanan udara yang masuk ke intake manifold. Selain tipe MAP sensor, pendeteksian udara yang masuk ke intake manifold bisa dalam bentuk jumlah maupun berat udara. Jika jumlah udara yang dideteksi, sensornya dinamakan air flow meter, sedangkan jika berat udara yang dideteksi, sensornya dinamakan air mass sensor.

3) IAT (Engine air temperature) sensor; memberikan sinyal ke ECU berupa informasi (deteksi) tentang suhu udara yang masuk ke intake manifold. Tegangan referensi/suplai 5 Volt dari ECU selanjutnya akan berubah menjadi tegangan sinyal yang nilainya dipengaruhi oleh suhu udara masuk.

4) TP (Throttle Position) sensor; memberikan sinyal ke ECU berupa informasi (deteksi) tentang posisi katup throttle/katup gas. Generasi yang lebih baru dari sensor ini tidak hanya terdiri dari kontak-kontak yang mendeteksi posisi idel/langsam dan posisi beban penuh, akan tetapi sudah merupakan potensiometer (variable resistor) dan dapat memberikan sinyal ke ECU pada setiap keadaan beban mesin. Konstruksi generasi terakhir dari sensor posisi katup gas sudah full elektronis, karena yang menggerakkan katup gas adalah elektromesin yang dikendalikan oleh ECU tanpa kabel gas yang terhubung dengan pedal gas. Generasi terbaru ini memungkinkan pengontrolan emisi/gas buang lebih bersih karena pedal gas yang digerakkan hanyalah memberikan sinyal tegangan ke ECU dan pembukaan serta penutupan katup gas juga dilakukan oleh ECU secara elektronis.

5) Engine oil temperature sensor; memberikan sinyal ke ECU berupa informasi (deteksi) tentang suhu oli mesin.

6) Bank angle sensor; merupakan sensor sudut kemiringan.

c. Sistem Induksi Udara
Komponen yang termasuk ke dalam sistem ini antara lain; air cleaner/air box (saringan udara), intake manifold, dan throttle body (tempat katup gas). Sistem ini berfungsi untuk menyalurkan sejumlah udara yang diperlukan untuk pembakaran.

Komponen-komponen utama pada EFI system terdiri dari :
1.injektor
2. ECU (Electronic Control Unit) ==> otaknya dari EFI
3. Wiring Harness (Kabel Body)
4. Fuel Pump (Pompa bahan bakar)
5. Fuel Pressure Regulator (Pengatur Tekanan Bahan Bakar)
6. Sensor-sensor, sebagai contoh :
– TPS (Throttle Position Sensor),
– MAP (Manifold Absolute Pressure) Sensor,
– AFM (Air Flow Mass) Sensor,
– IAT (Intake Air Temperature) Sensor,
– RPM Sensor
– Coolant Temperature Sensor
– Vacuum Sensor,
– Crank/Cam sensor…

Cara kerja secara sederhananya adalah :
1. Pada saat kunci kontak di nyalakan ECU akan memeriksa terlebih dahulu kondisi sensor sensor
2. Setelah dapat data input dari sensor sensor seperti data suhu udara dari IAT, suhu coolant, crank/cam sensor mengenai basic timing ignition .
3. ECU akan mengkalkulasi beberapa masukan untuk memberikan keluaran/aksi/action yang tepat dalam rangka meningkatka kualitas pembakaran bahan bakar yang akan disemprotkan melalui injector
4. Start engine ==> engine running
5. Setelah engine running, pada periode ini ECU terus memonitor pengoperasian parameter-parameter mesin melalui sensor-sensor tersebut, gunanya adalah untuk menentukan proses penyemprotan bahan bakar yang akan di injeksi kan.

Cra kerja system efi

 Jumlah aliran/massa udara yang masuk ke dalam silinder melalui intake manifold diukur oleh sensor aliran udara (air flow sensor), kemudian bahan bakar dicampur dengan udara oleh fuel injector.

 Fuel injector terletak di dalam intake manifold di belakang intake valve. Injector ini berupa solenoid elektrik yang dioperasikan oleh ECU. Kemudian data –data lain tentang kondisi mesin akan informasikan ke ECU (Electronic Control Unit).
• ECU menggunakan serangkaian sensor untuk menentukan oksigen intake, outtake oksigen, tekanan manifold, kecepatan, tegangan, suhu dan posisi throttle untuk perhitungan yang akurat jumlah bahan bakar yang dibutuhkan. ECU akan memberi sinyal ke injector dengan mengubah-ubah injector ground circuit on dan off bergantian. ECU akan mengatur lama pembukaan injektor, sehingga bensin yang masuk ke dalam pipa saluran masuk (intake manifold) melalui injektor telah terukur jumlahnya. Bensin dan udara akan bercampur di dalam intake manifold dan masuk ke dalam silinder pada saat langkah pemasukan. Campuran ideal siap dibakar.

• Idealnya untuk setiap 14,7 gram udara masuk diinjeksikan 1 gram bensin dan disesuaikan dengan kondisi panas mesin dan udara sekitar serta beban kendaraan. Bensin dengan tekanan tertentu (2-4 kali tekanan dalam sistem karburator) telah dibangun oleh pompa bensin elektrik dalam sistem dan siap diinjeksikan melalui injektor elektronik.
• Salah satu fungsi dari ECU/ECM adalah memberikan bahan bakar ke dalam mesin secara akurat.
• ECU/ECM menghitung Basic Injection Volume berdasarkan volume udara masuk dan putaran mesin.
• Volume penginjeksian akan berubah-ubah tergantung dengan pedal gas. ECU/ECM akan memantau beberapa variable seperti
temperatur air pendingin, kecepatan mesin, sudut pembukaan throttle dan kandungan oksigen pada gas buang untuk mengoreksi jumlah bahan bakar yang akan disemprotkan,

Memang ada benarnya pada mesin-mesin EFI ini gak perlu di setel setel lagi. jadi boleh dibilang lebih jarang datang ke bengkel. Namun ada beberapa point penting yg harus diperhatikan untuk perawatan mesin EFI ini , yaitu :
1. Jaga kebersihan filter bensin dan udara
2. Jaga kebersihan fuel system ==> injector sangat sensitive dengan kotoran karena bentuknya sangat halus
3. Jaga kondisi accu agar tetap dalam kondisi prima, karena nyawa ECU berasal dari accu
4. Jaga kondisi wiring / kabel-kabel dan soket-soket nya agar tetap bersih dan tersambung dengan benar,( tidak terjadi konsleting ) supaya tidak berakibat fatal bagi ECU
5. Perawatan selebihnya sama aja dengan karburator.

sistem injeksi bahan bakar berfungsi sebagai berikut:
* Penakar jumlah udara dan bahan bakar agar diperoleh campuran udara-bahan bakar yang dapat dibakar dengan cepat dan sempurna di dalam silinder
* Atomisasi dan penyebar bahan bakar di dalam aliran udara
Dalam hal ini dikenal parameter yang disebut dengan Air-Fuel Ratio (AFR) yaitu perbandingan jumlah udara terhadap bahan bakar dalam berat. Nilai perbandingan teoritis untuk proses pembakaran sempurna atau disebut juga dengan AFR stoichiometri untuk motor bensin sekitar 14,7. Sistem bahan bakar harus mampu menghasilkan perbandingan udara-bahan bakar yang dibutuhkan di silinder sesuai dengan kondisi operasi mesin. Sebagai contoh pada waktu start dingin, dibutuhkan campuran yang kaya bahan bakar. Dalam kondisi mesin masih dingin otomatis bahan bakar yang menguap hanya sebagian sehingga diperlukan extra bahan bakar untuk memperoleh campuran yang siap dibakar di dalam silinder.
Dewasa ini sudah banyak kendaraan yang menggunakan sistem injeksi bahan bakar sebagai pengganti karburator dengan pertimbangan sebagai berikut:
* Karburator tidak mampu mengalirkan campuran udara-bahan bakar dengan harga perbandingan yang sama untuk setiap silinder.
* Uap bahan bakar yang lebih berat daripada udara , akan mengalami kesulitan ketika mengalir melalui belokan dan sudut-sudut tajam dari saluran isap (intake manifold)
* Dengan sistem injeksi, bahan bakar dapat dikabutkan langsung ke dalam saluran isap, dekat dengan katup isap
* Lebih presisi dalam mengatur jumlah bahan bakar yang dikabutkan sebagai fungsi dari kondisi operasi mesin yang dideteksi oleh berbagai sensor
Ada dua jenis sistem injeksi bahan bakar untuk motor bensin berdasarkan posisi injektornya, yaitu:
1. Multipoint fuel-injection atau Port fuel injection (PFI), dimana injektor terletak di atas lubang isap (intake port) pada setiap silinder.
2. Single-point fuel-injection atau disebut juga Throttle-body fuel injection (TBI), dimana injektor dipasang sebelum saluran isap yaitu di atas katup throttle.
Kelebihan PFI dibandingkan dengan TBI adalah distribusi campuran udara-bahan bakar yang lebih seragam untuk masing-masing silinder, respon terhadap perubahan posisi throttle lebih cepat, dan lebih akurat dalam mengatur jumlah bahan bakar yang diinjeksikan sesuai dengan kondisi operasi. Dengan demikian prestasi mesin menjadi lebih baik, emisi berkurang, dan pemakaian bahan bakar lebih irit. Sebaliknya TBI hanya memerlukan lebih sedikit injektor dan sistemnya lebih sederhana. Dalam sistem ini, distribusi campuran udara-bahan bakar sangat dipengaruhi oleh desain saluran isap.
Selain itu berdasarkan metoda penyaluran bahan bakar, dikenal juga sistem sebagai berikut:
* Injeksi kontinu atau Continuous Injection System (CIS), dimana bahan bakar diinjeksikan secara kontinu dengan laju aliran massa yang terkontrol.
* Injeksi tak kontinu, dimana bahan bakar diinjeksikan selama selang waktu tertentu pada saat diperlukan.

MENGHIDUPKAN DAN MEMANASKAN MESIN EFI (Electronic Fuel Injection)
1. Hidupkan mesin dengan pedal gas yang tidak diinjak sedikitpun;
2. ECU (Electronic Control Unit) pada mesin EFI yang masih dingin akan mengkompensasi putaran mesin secara otomatis, dimana ketinggian putaran mesin tergantung pada suhu udara luar. Semakin dingin udara luar, semakin tinggi putaran mesin. Jadi jangan menginjak pedal gas sama sekali;
3. Putaran mesin akan turun secara otomatis. Untuk suhu pagi hari di Jakarta, biasanya putaran mesin akan turun dalam waktu 5-10 detik semenjak mesin hidup;
4. Mulai jalankan kendaraan perlahan-lahan, jangan di-akselerasi tiba-tiba atau dipaksa berputar pada RPM tinggi atau pada RPM terlalu rendah. Kisaran 2.000 s/d 3.000 RPM cukup ideal untuk periode pemanasan mesin ini. Ya, mesin Anda masih butuh pemanasan, namun bukan pemanasan di tempat seperti yang dilakukan kebanyakan orang melainkan pemanasan sambil jalan!

PERAWATAN MESIN SISTIM ELECTRONIC FUEL INJECTION (EFI)
Pada dasarnya, sistem EFI dibuat tangguh untuk segala kondisi jalan, suhu dan cara mengemudi. Kerusakan atau masalah pada sistem EFI terutama disebabkan oleh:
1. Kualitas BBM yang buruk (nilai oktan yang rendah, bensin oplosan, kandungan sulfur yang amat tinggi pada semua jenis BBM di Indonesia dan ketiadaan aditif pada BBM Pertamina);
2. Kelembapan udara tropis yang sangat tinggi sehingga kandungan sulfur pada BBM bereaksi dengan uap air menjadi asam sulfat di sistem bahan bakar kendaraan dan menimbulkan sumbatan-sumbatan pada injektor dan saluran bahan bakar;
3. Modifikasi sistem kelistrikan kendaraan yang tidak benar, termasuk penggantian kabel busi non-OEM (Original Equipment Manufacturer) maupun pemasangan alarm;
4. ECU (electronic Control Unit) yang kemasukan air;
5. Melepas aki dengan cara yang tidak benar, melakukan jump start dengan cara yang tidak benar serta melepas ECU dengan sembarangan ..
Oleh karenanya, lakukankah Tips berikut ini:
1. Ketika menghidupkan mesin perhatikan bilamana indikator tulisan/gambar “Check Engine” pada panel instrumen (tergantung merek mobil) tetap menyala setelah mesin hidup selama beberapa detik, langkah pertama adalah melakukan reset ECU. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah memang gangguan tersebut permanen, atau ada kesalahan baca oleh ECU
2. Ketika sedang berkendara dan bilamana indikator Check Engine menyala, segera melakukan perbaikan sesuai dengan buku petunjuk.
3. Bersihkan dan gantilah saringan udara secara berkala atau tepat pada waktunya;
4. Gantilah saringan bensin (fuel filter) secara berkala, sebaiknya setiap 15.000km atau lebih sering mengingat kondisi BBM di Indonesia yang memiliki kandungan sulfur teramat tinggi;
5. Bersihkanlah throttle body dan idle regulator/ stepper motor secara berkala;
6. Bersihkanlah connector sensor-sensor, connector pengapian dan connector ECU secara berkala;
7. Ganti busi secara berkala dan periksa keregangan celah busi setiap 20.000km atau lebih sering. Gunakan busi tipe R, yaitu yang menggunakan resistor;
8. Hindari ECU (Electronic Control Unit) dari air;
9.Usahakan aki dan sistem pengisian kelistrikan (altenator dan voltage regulatornya) selalu dalam kondisi prima;
10. Jangan sekalipun berpikir untuk memodifikasi voltage regulator dengan sistem cut-out, Anda akan merusak ECU maupun modul pengapian (igniter/ CDI);
11. Jangan berusaha menghidupkan mesin ketika soket injektor dalam posisi terlepas;
12. Jangan sekalipun berusaha menghubungkan injektor dengan arus aki langsung (12 volts) karena injektor beroperasi dengan tegangan 9 volts;
13. Bersihkanlah injektor dan sistem bahan bakar secara berkala dengan sistem pembersih yang aman, misalnya Interject Service;
14. Jika akan memasang alarm, yakinkan alarm itu dibuat oleh pabrikan besar dan memiliki reputasi internasional, misalkan merek Clifford, Alpine, Kenwood, Avital, dll. Lakukan pemasangan alarm sesuai petunjuk. Alarm buatan pabrikan yang tidak memiliki reputasi internasional dapat menimbulkan RFI/ MRI yang akan mengganggu fungsi ECU;

Kelebihan Sistem EFI :
1. pengabutan bahan bakar lebih baik, sehingga homogenitas campuran bahan bakar juga lebih baik.
2. komposisi campuran sesuai dengan putaran mesin dan beban mesin karena di kontrol secara akuratoleh ECU.
3. pembakaran lebih sempurna sehingga, bahan bakar lebih irit, tenaga lebih besar serta polusi yang ditimbulkan lebih rendah emisi.

Sekilas tentang Perbedaan Mobil EFI atau Injeksi Dengan Karburator
Secara prinsip perbedaan antara mesin mobil dengan sistem EFI dan karburator adalah terletak pada cara atau metode pemasukan bahan bakar ke ruang bakar mesin.

Pada sistem karburator, bahan bakar masuk keruang mesin karena terdapat hisapan dari mesin, sedangkan pada mobil efi atau injeksi bahan bakar masuk ke mesin karena di semprotkan oleh injektor, bahan bakar di tekan oleh fuel pump dan saat penyemprotan serta volumenya di atur oleh ECU berdasarkan sensor-sensor.
Macam-macam,Jenis atau Tipe Mesin Mobil Injeksi
Sistem Efi atau mobil EFI bisa di temui terbagi menjadi dua tipe yaitu EFI tipe D dan EFI tipe L.

Mesin Mobil EFI Tipe D
Pada sistem injeksi tipe D, pengukuran tentang udara yang dihisap mesin menggunakan Vacuum sensor yang mendeteksi kevacuuman di dalam Intake Manipol, alat sensor nya di kenal dengan MAP sensor atau Manipol Absolute Pressure.Besarnya tingkat kevacuuman yang terdapat pada intake manipol di informasikan ke ECU untuk menentukan banyak sedikitnya bbm yang di injeksikan melalui Injektor.Contoh mobil yang menggunakan mesin EFI tipe D adalah Avanza, Terios, Rush, Timor DOHC Injeksi, Opel Blazer, chevrolet Aveo dan lain-lain.

Mesin Mobil EFI tipe L
Sedangkan pada sistem EFI tipe L, banyak dan sedikitnya udara yang masuk di ukur menggunakan air flow meter,informasi banyak sedikitnya udara yang melewati Air flow meter ini diteruskan ke ECU untuk memberikan banyaknya suplai BBM yang akan diinjeksikan melalui injektor.Contoh mobil yang memakai sistem EFI tipe L adalah Toyota Vios, Toyota Yaris, Toyota Kijang Innova, Hyundai Elantra dan lain-lain.
Perbedaan utama EFI tipe D dan EFI tipe L
Mobil EFI tipe D menggunakan MAP sensor yang terhubung dengan slang ke Intake Manipol setelah Throttle Valve dan Mobil EFI Tipe L menggunakan Air Flow Meter atau MAF (Mass Air Flow) yang di tempatkan sebelum throttle Valve.

1. Gangguan / Kerusakan Sistem EFI

Mesin mati (engine Slalling)

Mesin susah hidup (poor starting)

Putaran idle jelek (poor idling)

Pengendaraan kurang baik (poor drivability)

2. Penyebab gangguan/kerusakan mesin mati bila pedal ditekan pada kendaraan dengansistem EFI

Penyebab pada sistem kontrol elektronik kemungkinan pada Air flow meter/MAPsensor, Water temparatur sensor atau Throttle position sensor mengalami tegangandan tahanan tidak tepat.

3. Prosedur perbaikan kerusakan sistem EFI-

Jika ditemukan gangguan seperti pada soal no 2, cek terlebih dahulu apakah soketsudah terhubung dengan baik atau belum, jika belum pastikan soket pada sensor tehubung dengan baik.-

Jika hasil pemeriksaan sensor diperoleh tahannan yang tidak sesuai, untukmemperoleh hasil yang optimal sebaiknya sensor diganti dengan yang baru
Langkah – langkah untuk tune up
Langkah awal
Siapkan alat-alat yang akan dipakai untuk tune up dan cek peralatan tersebut, alt yang di gunakan diantaranya sebagai berikut :
A. Kunci T 10
B. Kunci busy, dan sikat kawat
C. Feeler gauge
D. Obeng min
E. hand tool
F. Multimetrer
G. Kompresor (angin)
H. Scanner tools

Cara Tune Up Engine pada KM 20.000
Adapun komponen-komponen yang di tune up dalam mesin EFI (Electronic fuel injection) yaitu sebagai berikut :
1. Air Cleaner(AC) atau air box
Bersihkan AC menggunakan kompresor (angin) agar AC tetap dalam keadaan bersih, sehingga udara yang masuk kedalam ruang pembakaran bersama bahan bakar tetap bersih.
2.Koil dan Kabel Tegangan
Biasanya didalam mesi EFI (Electronic Fuel Injection) koil dan kabel tegangan sudah dirangkai menjadi satu komponen. Jadi pemeriksaan koil dan kabel tegangan di cek secara bersamaan menggunakan multimeter, hal ini dilakukan agar mengetahui koil masih efisien atau tidak.Cara pemriksaannya, hubungan multi meter dengan koil dan kabel tegangannya, ketika multimeter di hubungkan pada koil dan kabel tegangan maka jarum pada multimeter akan menunjukan angka 50, 50 tersebut menyatakan 50 ampere. Hal tersebut menujukan bahwa koildan kabel tegangan masih efisien, namun jika jarum pada multimeter menunjukan kurang atau lebih dari 50, maka koil dan kabel tegangan menujukan tidak efisien.

3.Busi
Biasanya pada busi tidak hanya di bersihkan tetapi juga bisa di ganti dengan yang baru tergantung kepada keadaan busi masih bagus atau tidak. Namun biasanya penggantain busi sering dilakukan pada KM 20.000. jadi jika keaadaan busi masih bagus bersihkan busi menggunakan hamplas atau sikat kawat. Dan stel celah busi menggunakan feeler gauge untuk mendapatkan keakuratan.Cara menunjukan busi bagus atau tidak, hal tersebut dapat diliat dengan kasat mata jika, yaitu jika elektroda masanya sudah menipis.
4. Trottole Body dan Idle Speed Control (ISC)
Bersihkan trottole body dan ISC menggunakan Carburrator Cleaner dan bersihkan pembersih yang nmenempel pada Trottole body dan ISC menggunakan lap yang bersih. Hal ini bertujuan agar ktika bahan bakar dan udara menyatu tidak ada debu yan terbawa kedalam ruang pembakaran. Dan agar tidak melenceng dalam mengatur rpm karena Isc berfungsi untuk mengatur rpm.

5. Fuel Filter (FF)
Bersihkan FF dengan menyemprot lubang masuk atau keluar bahan bakar dari FF menggunakan kompresor (angin). Hal ini dilakukan agar FF berfungsi dengan baik, sehingga tidak ada penyumbatan dalam FF atau pun terbawa nya debu keruang pembakran.

6.Oli (pelumas)
Ganti oli yang sudah lama dengan yang baru agar tidak terjadi ke ausan pada mesin, sehingga langkah kompresi tetap stabil. Agar mesin tetap nyaman dan tidak cepat aus maka penggantian oli ini harus dilkukan secara berkala. Sehingga kstbilan dan suhu pada ruang pembakaran tetap terjaga.
7.Uji Emisi
Terakhir lakukan Uji Emisi, untuk melakukan Uji Emisi gunkan alat Egine Analizer.Hal ini dilakukan auntuk mengetahui proses pembakaran pada mesin, apakah sudah efisien atau tidak, CO (karbonmonoksida)ideal berkisar di bawah 1 persen.Jika alat tersebut menunjukan dibawah 1 persen maka CO pada proses pembakaran masih efisien, namun jika alat tersebut menujukan hasil di atas 1 persen maka proses pembakaran tersebut sudah tidak efisien, biasanya harus dilakukan service pada sistem bahan bakar.

Langkah Akhir
Setelah selesai melaksanakan tune up, agar tercipta kesejahteraan, keselamatan, dan keamanan kerja baik untuk mekanik ataupun peralatan. Maka langkah terakhir yaitu bereskan (rapihkan) dan simpan kembali alat-alat yang sudah di gunakan ketempat penympanan.

Bersihkan Air Flow Sensor, Bisa Menambah Performa

Tanpa disadari atau tidak, mobil berpasokan injeksi tak hanya perlu perawatan mesin seperti tune-up atau ganti oli. Khususnya untuk mesin injeksi dengan mass air flow sensor (MAFS), perangkat sensitif yang satu ini perlu dirawat juga.
Lantaran sensitif, tak pernah terpikir untuk ‘dicolek’ oleh mekanik atau pemilik mobil. Padahal, sensor mass air flow yang kotor bisa menurunkan performa. air flow sensor berfungsi untuk menakar volume udara yang masuk ke ruang bakar agar debit bensin yang disemprot injektor bisa benar-benar pas alias sesuai. Bila sensor ini kotor akibat debu, uap oli atau kotoran, proses membaca volume udara menjadi tidak maksimal. Terasa pada sisa pembakaran yang pedas di mata, konsumsi BBM boros atau tarikan berat.Tetapi tak usah khawatir karena sekarang mulai banyak chemical spray yang dikhususkan untuk membersihkan mass air flow sensor. CRC salah satunya (Gbr.1). Produsen cairan pembersih dari Amerika ini bisa dibeli ke supermarket perkakas seperti Ace Hardware dan sebagainya.Caranya pun cukup mudah. Hanya dengan mencopot MAFS dari tempatnya yang lazim berada di belakang air filter. Gunakan obeng untuk mengendurkan pengikat MAFS di bagian belalai air intake (Gbr.2). Jangan lupa mencopot soket kabel yang menghubungkan MASF dengan ECU (Gbr.3). Setelah terlepas, bersihkan dengan menyemprotkan MAFS cleaner dengan jarak sekitar 20 cm dari permukaan yang akan dibersihkan (Gbr.4).Lakukan dengan hati-hati mengingat MAFS memiliki sensor yang rawan rusak bila terkena benda atau obyek keras. Hindari menyemprot kawat atau sensor MASF dengan jarak terlalu dekat. Lakukan semprotan berulang kali hingga kotoran habis. Akan terlihat residu hitam yang jatuh ke lantai akibat terkena cairan pembersih. Tak ada salahnya mengalasi lantai dengan koran bekas atau bekas lap agar tak mengotori ubin atau keramik (Gbr.4).Terakhir, biarkan MAFS kering dengan sendirinya. Jangan gunakan angin bertekanan (kompresor) untuk menghindari kerusakan pada MAFS.

BAB IV
PENUTUP

1. KESIMPULAN
Dari keseluruhan rangkaian pelaksanaan Praktik Kerja Industri yang dimulai pada tanggal 24Maret 2014 sampai dengan 20 Juni 2014 yang bertempat di Suzuki PT. TATARUTAMA SANTOSA Blitar. Penulis dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa banyak sekali pengetahuan dan pengalaman yang didapat ataupun yang diperoleh dari praktik kerja industri. Pengetahuan yang berasal dari bangku sekolah juga sebagai bekal yang dapat diterapkan dan dikembangkan di dunia industri tersebut.
Adapun pengetahuan dan pengalaman yang didapat selama melaksanakan Praktik Industri adalah sebagai berikut:
a. Mengetahui dan melaksanakan K3 yang ada di bengkel Suzuki PT. TATARUTAMA SANTOSA Blitar.
b. Mendapat gambaran tentang struktur organisasi dan lay out bengkel di Suzuki PT. TATARUTAMA SANTOSA Blitar.
c. Mendapat pengetahuan dan pengalaman tentang managemen yang ada dibengkel Suzuki PT. TATARUTAMA SANTOSA Blitar.
d. Menjumpai bermacam-macam masalah dan trouble yang terdapat pada jenis-jenis kendaraan khususnya yang bermerk Suzuki.
e. Mengetahui bagaimana perawatan dan perbaikan mobil sesuai SOP perusahaan.
f. Mendapatkan gambaran tentang kemampuan dan skill yang harus dimiliki oleh seorang lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Trenggalek jurusan Teknik Kendaraan Ringan yang sangat dibutuhkan oleh industri otomotif.
g. Mengetahui dan dapat menggunakan berbagai macam peralatan service dan SST yang dibutuhkan saat melakukan perbaikan.
h. Mendapatkan pengetahuan tentang teknologi terkini dari produk Suzuki.
i. Dapat membuat laporan yang isinya berkenaan dengan hal-hal yang diperoleh selama melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Industri otomotif.
j. Mendapatkan arti sebuah loyalitas, kebersamaan dan solidaritas yang dibentuk di dunia industri.
k. Praktik industri dapat menumbuhkan siswa siswi untuk bersikap tanggung jawab, disiplin, mandiri dan berfikitr cepat.

B. SARAN
1. Bagi Industri
a. Untuk meningkatkan mutu kerja dan efisiensi waktu, maka fasilitas dan peralatan yang lengkap adalah faktor pendukung dan merupakan perlengkapan yang harganya tidak murah, oleh karena itu perlu adanya peningkatan pemeliharaan dan perawatan yang baik agar selalu siap pakai.
b. Meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab bagi karyawan.
c. Hendaknya memberikan informasi-informasi yang terbaru tentang produk Suzuki kepada peserta Praktek Kerja Industri.
d. Faktor ketelitian dan keselamatan kerja perlu ditingkatkan sebab pada faktor tersebut akan mempengaruhi kualitas kerja.
e. Memberikan training kepada peserta Praktik Industri sebelum melakukan pekerjaan bengkel.
f. Kemampuan dan kualitas yang telah membawa nama baik bengkel hendaknya dipertahankan karena faktor ini dapat mempengaruhi terhadap para pelanggan.

2. Bagi Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Trenggalek
a. Bengkel Suzuki PT. TATARUTAMA SANTOSA Blitar adalah salah satu bengkel yang mempunyai fasilitas cukup memadai, sangat bagus dalam menerima peserta Praktek Kerja Industri. Maka pada kesempatan ini diharapkan Jurusan Teknik Kendaraan Ringan, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Trenggalek pada tahun berikutnya tetap bisa menyarankan siswa yang akan melaksanakan Praktik Kerja Industri untuk melaksanakannya di bengkel Suzuki PT. TATARUTAMA SANTOSA Blitar.
b. Pihak akademik hendaknya mempersiapkan siswa yang akan melakukan Praktik Kerja Industri dengan sebaik-baiknya. Praktik kerja Industri akan memberikan peluang terhadap angkatan siswa berikutnya.

3. Bagi Siswa Praktik
a. Hendaknya siswa praktikum sebelum melaksanakan Praktik Kerja Industri telah menyiapkan diri, baik fisik maupun mental dan mempunyai keinginan untuk mengembangkan ilmu yang dimiliki sehingga Praktik Kerja Industri tidak dijadikan sebuah beban.
b.Secepatnya beradaptasi dengan lingkungan kerjanya dan menjaga nama baik almamater sekolah menengah kejuruan negeri 1 trenggalek
cTidak segan untuk bertanya dan memberi masukan demi pengetahuan dan untuk mengemukakan kreatifitas dan inovasi yang dimiliki.

DAFTAR PUSTAKA

http://mobil.otomotifnet.com/read/2012/10/17/335379/201/28/Bersihkan-Mass-Air-Flow-Sensor-Bisa-Menambah-Performa
http://sugihstory.blogspot.com/2013/11/efi-electronic-fuel-injection.htm
http://muslim-abdurrohman.blogspot.com/
http://tikabidadari.blogspot.com/2013/05/sumber-httpdony-orlando-oc.html
http://sistemefimobil.blogspot.com/

http://rizkimarhaban.blogspot.com/2012/02/kelebihan-sistem-efi-dibanding.html

http://motogokil.com/2014/01/04/lebih-rinci-tentang-prinsip-kerja-sistem-efi-electronic-fuel-injection-pada-motor/

LAMPIRAN

1.kontruksi mesin ertiga

2.melepas busi

3.meyetel busi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s